![]() |
| Kegiatan Sosialisasi Inovasi LITA SEHAT di SMPN 4 Kota Bima. |
Kota Bima, BONGKAR,- Tim Inovasi LITA SEHAT (Literasi Sepanjang Hayat) SMP Negeri 4 Kota Bima menggelar kegiatan sosialisasi terkait program unggulan sekolah tersebut. Sosialisasi ini difokuskan pada upaya mengatasi dampak negatif perkembangan teknologi digital yang dinilai telah menurunkan minat baca peserta didik.
Fenomena saat ini menunjukkan bahwa siswa lebih banyak menghabiskan waktu menggunakan gawai untuk aktivitas hiburan dibandingkan memanfaatkannya sebagai sumber belajar. Kondisi ini menjadi latar belakang utama diluncurkannya inovasi LITA SEHAT sebagai solusi strategis bagi sekolah.
Iganurrahmi, S.Pd., salah satu anggota Tim Inovasi LITA SEHAT SMPN 4 Kota Bima, menjelaskan bahwa ketergantungan berlebihan pada gawai untuk hiburan telah menimbulkan sejumlah masalah serius dalam kompetensi dasar siswa.
"Kondisi ini berdampak pada rendahnya kebiasaan membaca, terbatasnya kemampuan memahami bacaan, kurang berkembangnya kemampuan berpikir kritis, dan rendahnya kemampuan mengomunikasikan ide secara sistematis," ujar Iganurrahmi, yang akrab disapa Ibu Iga.
Menurut Ibu Iga, berangkat dari kondisi tersebut, SMP Negeri 4 Kota Bima telah menggagas inovasi LITA SEHAT sejak tahun 2025 lalu sebagai strategi transformasi budaya literasi di lingkungan sekolah.
"Inovasi ini tidak sekadar mengembangkan kegiatan membaca, tetapi membangun ekosistem literasi yang menyenangkan, kolaboratif, berkelanjutan, dan menjadi budaya sekolah," jelasnya saat ditemui di SMPN 4 Kota Bima, Kamis (12/3).
![]() |
| Kegiatan Sosialisasi Inovasi LITA SEHAT di SMPN 4 Kota Bima. |
Sementara itu, Arif Rahman, S.Pd, menambahkan bahwa implementasi LITA SEHAT melibatkan berbagai pihak, termasuk guru, siswa, dan orang tua, untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kebiasaan membaca dan belajar sepanjang hayat. Ia menekankan bahwa teknologi bukan musuh, melainkan alat yang harus dikelola dengan bijak agar dapat mendukung peningkatan literasi, bukan sebaliknya.
Dengan adanya inovasi ini, SMPN 4 Kota Bima berharap dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya melek digital, tetapi juga memiliki fondasi literasi yang kuat, kritis, dan mampu berkomunikasi dengan baik di tengah arus informasi yang semakin deras. (RED)



